Kali ini MajestyTech Workshop akan berbagi artikel yang teramat sangat ringan namun sangat penting untuk diketahui. Yaps, membuat Symbolic Link atau Symlink sebuah file atau direktori di sistem operasi Linux. Kebetulan pada artikel ini menggunakan sistem operasi Opensuse Tumbleweed. Kalian bisa menggunakan sistem operasi Linux apapun karena prinsipnya sama saja.
Tentang Symbolic Link
Jika kalian sedang atau pernah menggunakan sistem operasi Windows, maka kalian tidak asing lagi dengan istilah Shortcut. Apa itu? Yakni sebuah fungsi pemintas yang memungkinkan pengguna menemukan file atau sumber daya yang terletak di dalam direktori atau folder yang berbeda dari tempat di mana pintasan itu berada. Semisal kalian ingin aplikasi MS Word kalian akses langsung dari Desktop tanpa perlu kalian masuk ke dalam Drive C:, kalian bisa membuat Shortcut di Desktop yang menghubungkan dengan aplikasi sesungguhnya yang berada pada Drive C:. Untuk lebih lanjut kalian bisa pelajari sendiri karena artikel ini tidak akan membahas itu. Gampang kok!
Bagaimana dengan Linux? Serupa tapi tak sama, di Linux kalian bisa membuat ini lebih kompleks lagi. Seperti file Shortcut yang hanya dapat diakses oleh user tertentu dan sebagainya. Pada kesempatan ini MajestyTech Workshop membagikan contoh kasus bagaimana cara membuat Symlink yang mana file hasil Symlink dapat diakses oleh aplikasi lain yang diluar dari lokasi target Symlink.
Di gambar tersebut terlihat bahwa direktori build dan direktor source ada, namun ketika diakses oleh sebuah program dianggapnya tidak ada. Hal ini wajar karena kalian hanya menautkan nama direktorinya saja. Tidak dengan karakter file dan atau direktori sumber. Maka yang harus kalian lakukan adalah melengkapi perintah sebelumnya. Sederhana saja:
Terlihat di gambar di atas, file Symlink yang dibuat tadi ditandai warna hijau. Sebagai tanda bahwa file Symlink juga mengikuti karakter file/direktori asal. Sehingga file tersebut dapat diakses oleh sistem, program, atau manual.
Membuat Symbolic Link di Linux
Membuat Symlink di Linux tidaklah susah. Tidak terpaku juga pada distro tertentu. Sehingga ketika kalian lupa, kalian bisa cari di internet dari segala distro. Hanya saja dapat dipastikan kalian akan melakukan ini:
ln -s [file_sumber] [nama_shortcut]
Itu tidak salah dan kalian sah-sah saja melakukan itu. Toh yang penting hasil. Tapi perlu diketahui bahwa jika kalian melakukan perintah itu maka hasilnya seperti gambar di awal. Benar, kalian akan menemui bahwa hasil Symlink yang kalian lakukan ditandai warna merah. Artinya file Symlink tersebut antara ada dan tiada. Dan jika file tersebut dieksekusi atau diakses baik oleh aplikasi, program, atau manual sekalipun, maka file atau direktori tersebut dianggap tidak ada seperti kejadian ini:
Di gambar tersebut terlihat bahwa direktori build dan direktor source ada, namun ketika diakses oleh sebuah program dianggapnya tidak ada. Hal ini wajar karena kalian hanya menautkan nama direktorinya saja. Tidak dengan karakter file dan atau direktori sumber. Maka yang harus kalian lakukan adalah melengkapi perintah sebelumnya. Sederhana saja:
ln -snr [file_sumber] [nama_shortcut]
atau
ln -s -n -r [file_sumber] [nama_shortcut]
Maka hasilnya adalah seperti ini:
Terlihat di gambar di atas, file Symlink yang dibuat tadi ditandai warna hijau. Sebagai tanda bahwa file Symlink juga mengikuti karakter file/direktori asal. Sehingga file tersebut dapat diakses oleh sistem, program, atau manual.
Hapus Symbolic Link
Untuk menghapus kalian bisa menggunakan dua cara yang pertama dengan memutuskan tautan antara file Symlink dengan file sumber seperti ini:
unlink [nama_file_symlink]
Kalian bisa menggunakan perintah tersebut baik dari lokasi file sumber atau file Symlink. Kedua kalian bisa menghapusnya seperti biasa menggunakan perintah ini:
rm [nama_file_symlink]
Maka file Symlink akan terhapus namun tidak dengan file asal atau sumbernya. Kecuali kalian juga menghapus file asalnya.
Perintah Symbolic Link
Sebenarnya untuk membuat Symlink atau Shortcut ada banyak perintah yang kalian bisa pakai. Beberapa diantaranya sudah ditulis sebelumnya. Berikut macam-macam perintah yang umum digunakan:
-backup[=CONTROL] backup setiap file tujuan yang ada
-d, -F, -directory diizinkan untuk mencoba tautan keras
-f, -force paksa file tujuan yang ada dihapus
-I, -interractive prompt sebelum menghapus file tujuan
-L, -logical target penghormatan logis yang merupakan tautan simbolik
-n, -non-dereference tautan simbolik ke direktori diperlakukan sebagai file
-P, -physical buat tautan keras langsung ke tautan simbolis
-r, -relative membuat tautan simbolik relatif terhadap lokasi tautan
-s, -symbol membuat tautan simbolik alih-alih tautan keras
-S, -suffix=SUFFIX menimpa sufiks cadangan biasa
-v, -verbose cetak nama setiap file yang ditautkan
Sekian artikel ini semoga bermanfaat. Sampai jumpa di artikel lainnya.
Terima Kasih
Referensi: